Home

Anwar Appeal TrialBelum hilang keterkejutan saya mengenai kabar hilangnya Malaysia Airlines MH 370, saya kemudian mendengar bahwa Dato’ Seri Anwar Ibrahim dikenai vonis atas kasus sodomi oleh pengadilan banding. Pengadilan banding mengabulkan banding pemerintah atas gugatan mereka terhadap Anwar dengan tuduhan sodomi terhadap mantan asistennya, Saiful Bukhari Azlan. Anwar telah diputus bebas dalam gugatan ini oleh pengadilan yang lebih rendah pada tahun 2012 silam karena barang bukti yang tercemar. Dikarenakan oleh kesibukan, saya memang terlambat mengetahui kabar ini walaupun keputusan pengadilan telah keluar pada hari Jumat (7 Maret 2014) yang lalu.

Ada beberapa hal yang menurut saya janggal dalam kasus ini. Pertama, kasus ini terkesan sangat dipaksakan. Kasus ini telah diputus oleh pengadilan yang lebih rendah pada tahun 2012 yang membebaskan Anwar dari segala tuduhan oleh karena barang bukti yang tercemar. Setahun kemudian, ayah dari Saiful Bukhari mengaku bahwa segala dakwaan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat oleh pemerintah, dimana anaknya merupakan orang yang dipakai oleh pemerintah untuk membuat dakwaan tersebut. Akan tetapi, jaksa penuntut pemerintah tidak puas dengan keputusan tersebut dan mengajukan banding. Kedua, keputusan pengadilan banding keluar beberapa hari menjelang pendaftaran dan deklarasi Anwar Ibrahim untuk maju mencalonkan diri sebagai anggota parlemen negara bagian, atau Dewan Undangan Negeri (DUN). Dengan keluarnya putusan ini, maka tertutup sudah peluang Anwar untuk ikut serta dalam pemilihan ini. Timing keluarnya keputusan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, mengingat kedekatan waktu dengan pemilihan dan pengaruhnya terhadap keiuktsertaan Anwar Ibrahim dalam pemilihan tersebut.

Sekilas mengenai pemilihan sela Kajang, secara administratif wilayah Kajang masuk negara bagian Selangor. Malaysia terdiri atas 13 negara bagian, dimana masing-masing negara bagian dipimpin oleh seorang Menteri Besar.Selangor adalah negara bagian paling kaya di Malaysia bila dilihat dari nilai Gross Domestic Product (GDP), sekaligus negara bagian dengan populasi penduduk paling besar di Malaysia. Parlemen Selangor sendiri dikuasai oleh koalisi oposisi Pakatan Rakyat pimpinan Anwar Ibrahim. Apabila Anwar terpilih untuk masuk DUN, maka posisi Anwar akan sangat strategis untuk menggantikan Khalid Ibrahim untuk posisi Menteri Besar, mengingat besarnya kekuatan oposisi di DUN Selangor. Hal inilah yang sangat tidak diinginkan oleh pemerintah Barisan Nasional.

Waktu keluarnya keputusan pengadilan banding dengan segala latar situasi di atas, tentu menimbulkan pertanyaan besar akan objektivitas pengadilan. Sulit untuk dipercaya bila keputusan ini murni berdasarkan prinsip hukum. Bila memang keputusan pengadilan banding tersebut dilatarbelakangi oleh faktor poitik, maka ini menjadi sebuah kemunduran besar bagi demokrasi di Asia Tenggara. Demokrasi di Asia, terutama di Asia Tenggara, sedang mengalami pertumbuhan walaupun masih ada beberapa gejolak seperti yang sedang terjadi di Thailand. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah sebuah pembenaran untuk terjadinya proses mundur di negara-negara Asia Tenggara yang sistem demokrasinya sudah berjalan seperti Malaysia. Kemunduran tersebut tentu akan menjadi preseden buruk bagi negara-negara ASEAN di masa mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s