Home

Miris sekali mendengar kabar TKI kita diperjual-belikan di Malaysia. TKI kita seolah bukan dianggap sebagai manusia lagi. Walaupun sebagian besar dari mereka bekerja di sektor informal, bukan berarti mereka mempunyai derajad yang lebih rendah daripada orang lain. Hal yang lebih parah adalah bahwa yang melakukan hal ini adalah saudara serumpun kita sendiri, Malaysia.

Melihat kondisi TKI kita sekarang, mau tidak mau membawa kita untuk melihat masa lalu. Hubungan Indonesia dan Malaysia dulu terjalin sangat erat. Puncaknya terjadi pada saat sebelum krisis moneter 1998 saat PM Mahathir Muhammad didampingi oleh Wakil PM Anwar Ibrahim memegang kekuasaan. Saat itu, tidak banyak kasus penganiayaan dan perlakuan tidak menyenangkan terhadap TKI yang terjadi di Malaysia. Jauh lebih banyak sekarang. Hal ini tak lepas dari peran Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang aktif menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Sekedar informasi, WPM Anwar Ibrahim juga menolak kemerdekaan Timor Timur dan mendukung Timtim tetap masuk Indonesia pada masa itu.

Perlakuan TKI di Malaysia dulu dan sekarang berbeda jauh. Dari sisi jumlah sejak 1998 TKI di Malaysia meningkat pesat. Hal ini di antaranya karena imbas krisis 1998. di mana banyak sekali terjadi PHK di Indonesia. Memang kasus TKI juga salah pemerintah Indonesia yang tidak sungguh-sungguh menyiapkan TKI yang dikirim ke negara lain, termasuk Malaysia. Mekanisme perlindungan TKI di luar negeripun juga masih lemah. Akan tetapi, pemerintah negara penerima juga berperan untuk membentuk pemikiran warga lokal yang mempekerjakan TKI kita agar terbentuk rasa saling menghormati. Perlakuan buruk tenaga kerja kita di luar sebagian besar karena masalah komunikasi antara pemerintah negara penerima dengan warganya tentang nilai-nilai saling menghormati. Tanpa sinergi tersebut, mustahil masalah TKI akan selesai.

Dalam kunjungannya ke Bandung bulan Januari silam, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa ia akan memprioritaskan masalah TKI dan perbatasan jika ia terpilih menjadi Perdana Menteri kelak. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi permasalahan Indonesia-Malaysia di masa depan. Dengan melihat rekam jejak hubungan Indonesia dan Malaysia di masa lampau semasa beliau menjabat wakli PM dan peran aktif beliau selama ini dalam menjalin hubungan baik dengan Indonesia, maka Indonesia bisa berharap permasalahan hubungan kedua negara ini akan membaik di masa beliau nanti. Asia yang solid tentu akan menguntungkan dan berguna bagi kemajuan negara-negara Asia itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s